Menjadi Dewasa dan Bijak

Beberapa waktu lalu saya di tag di notes facebook milik teman wanita yang bernama Nuniek. Saya baca beberapa komentar-komentar disana. Ada satu komentar yang membuat saya berfikir.

Apakah itu? Komentar itu “jangan menjadi dewasa yank tapi menjadi bijak…”

Hmmmm… bukankah dewasa dan bijak merupakan dua hal yang sebenarnya kita butuhkan? Kita tidak bisa menolak untuk menjadi dewasa bukan? Masa sih kita gak boleh dewasa? Hehehe…

Dewasa bisa mengandung arti perubahan fisik dengan semakin bertambahnya usia kita. Bisa juga dengan perubahan pola pikir dan perbuatan, karena semakin bertambah usia tidak menjamin bahwa kita dewasa dalam bersikap dan tutur kata.

Itu menurut saya yahhh..

Semoga itu hanyalah perbedaan cara menafsirkan saja, ada sudut pandang seseorang yang tidak bisa saya jangkau. Jadi saya belum menanyakan pada orangnya langsung biar saya mengerti maksudnya apa.

Karena menurut saya baik menjadi dewasa dalam arti perubahan fisik kita maupun menjadi dewasa dalam arti perubahan sikap dan tutur kata termasuk menjadi bijak di dalamnya, adalah dua hal yang baik. Yang satu adalah proses dan yang kedua adalah pilihan.

Salam cinta untuk teman-teman semua…

 

Bandung, 7 September 2011


About these ads

6 pemikiran pada “Menjadi Dewasa dan Bijak

  1. Barangkali komentar itu ada karena banyak orang2 yang belum cukup umur (belum umur dewasa) tapi sudah berpikiran bijak dan lebih “dewasa” ketimbang orang2 yang jauh berumur di atasnya. :)

  2. Kebijaksanaan adalah ilmu yang paling tinggi. Orang bijaksana mengetahui lebih dalam tentang segala sesuatu, hingga dia bisa menjalankan kebijaksanaan atas segala sesuatu perkara. Dia akan selalu bijaksana dalam bertindak dan menyikapi apa yang terjadi baik terhadap dirinya ataupun orang lain. Syarat orang untuk dapat meraih kebijaksanaan dan menjadi orang bijaksana adalah mengenal DIRInya (“Man aroffa nafsahu faqod aroffa Robbahu” = “barang siapa mengenal DIRInya, maka akn mengenal Tuhannya.

  3. Bijak itu kayaknya lebih susah daripada sekedar dewasa *baca : tua*.

    Semoga kita bertambah bijak setiap hari Rul, maaf lahir batin ya kalo selama ini ada ketidaknyamanan dalam bersilaturahmi :)

    Ngomong-ngomong, gadis kecilnya cakep-cakep banget sih, sukaaaaaa!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s