Narsis dan Cinta Part.2

weddingGMmirrorlook

Seperti yang pernah dibahas di tulisan sahabat aku bahwa narsis adalah penyakit, bukan narsis dalam arti yang secara umum kita kenal : mencintai diri sendiri. Akan tetapi narsis yang padanannya sama dengan minder, egois, manipulatif, destruktif, dsb. (camkan itu ya)

Iya narsis adalah penyakit, baik disadari atau tidak penyakit itu punya pengaruh yang kuat bukan saja dalam sebuah hubungan percintaan akan tetapi dalam kehidupan sosial pada umumnya

Faktor yang mempengaruhi  seseorang terjangkit penyakit narsis yang paling kuat menurut aku dan beberapa narasumber adalah berasal dari lingkungan keluarga, terutama sewaktu masa kecil dan remaja, karena saat itulah seseorang baru belajar memulai dan menerima hal-hal baru dalam hidupnya, semua yang terjadi saat itu terekam dengan baik di otak dan alam bawah sadar, hal itu juga yang mempengaruhi bagaimana watak seseorang saat dewasa, terutama dalam membuat sebuah keputusan.

Sebagai contoh seorang anak perempuan yang mengalami tekanan emosional dan dilahirkan dari keluarga yang tidak lengkap (abandonment complex), misalnya ditinggal pergi ayahnya (bukan yg disebabkan meninggal) semasa masih kecil atau remaja, ada kecenderungan untuk terjangkit virus narsis, diantaranya ‘kurang rasa percaya’ terhadap laki-laki (karena melihat sosok / figur ayah), dia bisa trauma pada yang namanya pernikahan, karena melihat bagaimana keadaan keluarganya saat itu, meskipun dia sendiri belum menikah, hanya membayangkan saja, tapi perasaan was-was itu selalu ada. Hal itu terjadi pada beberapa sahabat dan orang2 terdekat aku, mengapa dia jadi agak2 bahkan paranaoid akut.

Bukan maksud mau lebai atau self pity

Akupun sama dengan mereka, aku memiliki penyakit narsis yang sulit aku hilangkan, bahkan hingga bertahun-tahun lamanya. Segala cara aku lakukan untuk menghilangkan penyakit narsis itu, tapi engga gampang. Aku pun banyak membaca buku-buku psikologi, pengembangan kepribadian dan motivasi, agar mengetahui apa yang terjadi dan bagaimana cara mengatasinya.

Hubungannya dengan percintaan?

Penyakit narsis membuat aku ‘merasa’ tidak layak untuk dicintai (kata kuncinya ‘merasa’, itu sebetulnya hanya ‘ilusi’)

Aku ngomong ke diri sendiri,,

(aduh sayangi diri kamu sendiri, engga boleh punya pemikiran kaya gitu, rugi lho, gimana mau mencintai orang lain klo kamu sendiri nganggap bahwa kamu engga layak untuk dicintai)

Penyakit narsis membuat aku tidak mau memaafkan diri sendiri, terutama saat aku membuat kesalahan dan menghadapi kegagalan

(aduh gimana bisa berubah jadi lebih baik klo kamu engga bisa berdamai dan bersahabat dengan diri kamu sendiri)

(itu sama aja dengan ngangap dirimu kamu itu bodoh, tolol, idiot dsb)

(Ah be honest to your self rul! Be honest)

Penyakit narsis membuat aku merasa menjadi manusia termalang

(engga boleh gitu rul, kamu pun sama dengan orang lain berhak dan layak untuk menikmati kebahagiaan, sabar dan syukuri apa yang telah Tuhan anugerahkan)

Penyakit narsis membuat aku merasa tidak nyaman dan ingin menarik diri

(ah mungkin ini gara2 aku engga bisa menerima diri aku sendiri, cintai dirimu dengan segala kelebihan dan kekurangannya)

Barang mewah, harta kekayaan, popularitas, tampan rupawan, gelar akademis  bukan obat untuk menghilangkan penyakit narsis yang aku miliki.

(emang bukan, tapi itu bisa bikin bahagia meski sesaat atau semu, tapi engga berarti kita engga usah memilikinya, karena itu juga penting, kebahagiaan engga di liat dari itu, malah yang sering aku liat keluarga yang hidupnya sederhana tapi terlihat bahagia, kemampuan mereka untuk bersyukur kali ya?)

Aku sama sakitnya dengan mereka itu, mungkin engga lebih baik dibanding orang lain, tapi aku selalu berusaha setiap hari untuk bisa mengatasi dan berubah ( ya baguslah rul klo kaya gitu)

Penyakit narsis membuat aku merasa ‘this is too good to be true’ dengan seseorang yang aku cari dan aku idam-idamkan selama ini. Bertanya-tanya “kok bisa yah semudah ini?” Itu salah satu bentuk pertanyaan aku yang merasa ‘tidak layak’ untuk dicintai. Padahal sebenarnya aku berhak dan layak mendapatkan itu. Hanya saja aku ‘menilai rendah diri sendiri’ dan tidak menganggap bahwa diri ini cukup berharga. Yah itulah kesalahanku, aku ingin keluar dari kebodohan yang selama ini menjeratku. (semoga bisa)

Ayo semangat rul!

Dalam percintaan, penyakit narsis membuat aku menipu diri aku sendiri dengan menunjukan sikap seolah-olah aku tidak membutuhkan si dia, seolah-olah aku tidak mempedulikan si dia, seolah-olah aku tidak pernah memikirkan si dia, seolah-olah si dia tidak bisa membuat aku bahagia. Padahal kenyataan adalah sebaliknya,, (ah dia kan bukan barang yang seenaknya gw mainkan)

Ah banyak deh! Efeknya luar biasa bikin hidup jadi ancur,, (gila ya seorang gw yg berumur 25 tahun, ckckckck)

Tapi kenapa ya aku berbuat itu? (tanya diri lo rul)

Kenapa sih aku tidak membalas perhatian dan kasih sayang sebagaimana yang si dia lakukan untukku? (itulah yang bikin dia capek rul,,)

Seringkali dia meminta maaf dan ucapan terima kasih untuk hal-hal kecil yang membuatku bingung untuk apa? Dan mengapa? (itu pertanda dia orangnya baik rul)

Sedangkan aku sendiri enggan meminta maaf dengan dalih “emang salah aku apa?” (pikirin sendiri rul)

Ah buruk sekali cara aku membalas kebaikannya,, (emang kayanya,, hahahaha)

Seperti sahabatku bilang katanya aku manusia, manusia itu punya hati, tapi kemana hati aku? (dicuri maling kali? Hahaha)

Tapi aku melakukan semua itu engga berarti aku tidak mencintai dan menyayanginya, baik orang sehat, maupun orang narsis seperti aku juga bisa merasa khawatir  (benaran rul?? Buktiin donk)

“Aku sangat khawatir saat si dia bilang “aku sakit nih, kamu jaga kesehatan ya sayang” (gila nih cewek gw, udah tau dia yang sakit tapi masih sempatnya ngasih perhatian supaya gw jaga kesehatan)

“Aku khawatir saat si dia bicara agak serak dan sedikit batuk-batuk waktu ngomong di telepon”

“Aku sangat khawatir saat si dia bilang “engga kuat klo ngomong sakit banget, mending sms aja”

“Aku sangat khawatir saat si dia bilang “aku pusing, terus batuknya bukan berdahak lagi, tapi udah berdarah”

“Aku sangat khawatir saat si dia bilang “kata dokter sih harus di operasi, tapi aku takut a,,”

“Aku sangat khawatir saat si dia bilang “kata dokter harus harus diroentgent, aku takut banget ”

“Aku sangat khawatir sekali,, (Mana BUKTINYA klo emang khawatir???? Engga bisa jawab gueee,,,)

Aku emang khawatir, tapi seperti ada tembok pembatas yang menghalangi aku supaya tidak melakukan tindakan ‘sebagai bukti’ klo aku khawatir,, gimana bisa percaya dia? Huh,,

Aku kebanyakan ngomong kali ya? Actionnya nol,, (aku introspeksi dulu kali ya? Bahwa segala sesuatu itu harus seimbang, engga kurang engga lebih)

Seseorang yang terinfeksi virus narsis menahun seperti aku ini juga bisa merasa khawatir, malah saat aku melihat dengan kepalaku sendiri bagaimana si dia memukul-mukul kepalanya sendiri untuk menahan rasa sakitnya, ku coba pegang tangannya tapi ia menghalanginya, sungguh itu membuat aku ingin meneteskan air mata, tapi kutahan air mata itu, hanya kupalingkan saja muka aku darinya dengan kedua bola mata yang merah berkaca-kaca. (ow ow kecolongan rul? Wkwkwkwk)

Aku sangat khawatir,, (beneran??)

Rasa khawatirku berlanjut hingga setiap aku hendak tidur dan setiap bangunku (beneran? Jgn boong rul)

Aku melakukan dalih bahwa itu pengaruh hormon dalam tubuhku, kadang aku merasakan rindu yang sangat padanya, mungkin aku salah saat aku bilang padanya “mungkin cuma mood swing” , meski dirinya sepertinya sangat senang dengan aku sangat merindukannya

Apakah itu rasa iba atau kasihan? (tanya aja pada ahlinya rul)

Bukan, aku rasa bukan itu, jauh sebelum aku mengetahuinya aku sudah sangat mencintai dan menyayanginya (mana buktinya???? Iyahhh introspeksi,, pokoknya i love my self,,, yuk berubah kearah yang lebih baik)

Aku sungguh terlanjur mencintai dan menyayanginya,, (ini juga? Mana buktinya? “iyah” “iyah” “berubah” semangat rul!)

Apakah aku sebagai orang yang mencintai dan menyayanginya engga boleh merasakan iba padanya? (emang sapa yg larang rul?)

Malah sahabat aku bilang bahwa si dia engga mau membuat aku ‘ngebatin’

What should i do? It’s very confusing and so dilematics

Orang narsis seperti aku takut,,

Takut bila suatu saat  tidak bisa dicintai (serem amat rul)

Takut bila suatu saat tidak bisa diterima (walah)

Takut bila suatu saat hidup dalam kesendirian (haduuh)

Takut bila suatu saat hidup dalam keterasingan (aahhhhh)

Aku takut,, (eit eit eit engga boleh punya pikiran kaya gitu rul)

Kaya orang bego ya? Ngomong sendiri wakakakak,,

Emang musuh terbesar dalam hidup itu diri sendiri! Eit eit tapi diri sendiri engga boleh dimusuhi ntar efeknya buruk! Mending berdamai dan bersahabat dengan diri sendiri aja, sama2 cari solusi untuk bisa mengembangkan diri sendiri, mengetahui apa kelebihan dan kekurangan, lalu gali potensi apa aja yang kita miliki yang bisa bermanfaat bagi orang lain,,

Dimulai dengan hal kecil, belajar untuk berbagi, coba membantu sedikit saja masalah orang lain, menebarkan cinta dan kasih sayang terhadap sesama, bukan hanya mengumpulkan cinta dan off record.

Mohon koreksi bila ada kesalahan,

Semoga Tuhan meridhoi niat tulusku

 

 

Bandung, 04 November 2009

Rully Herdita Ramadhani

4 pemikiran pada “Narsis dan Cinta Part.2

  1. hehe…melankolis..tapi jujur. bagus lah , kalo udah sadar. setiap lelaki pada dasarnya selalu terjebak dalam hal yg sama bro. tapi jarang yg mau jujur ngakuin itu semua, karena membuat mereka terlihat lemah…dan butuh.
    good post… i’ll support u.

  2. hahaha,, cuma keyakinan aku aja rev,, semakin kita bisa jujur ama diri sendiri,, semakin kita mengakui kekurangan dan kelemahan kita,, maka semakin kita bisa belajar untuk bangkit dan memperbaiki diri kita,, thanks udah mampir y,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s