Mencintai diri sendiri

Sabtu sore aku disuruh ibuku untuk membeli kopi aroma kota Bandung yang terkenal itu

Saat itu cuaca agak mendung

Meskipun aku pergi dengan menaiki motorku.. aku berharap agar hujan jangan segera turun sebelum aku pulang

Tak disangka toko kopi aroma yang terletak di jalan banceuy kota Bandung penuh banget dengan orang-orang yang mau beli

Aku perhatikan sepertinya banyak orang dari luar Bandung yang antri untuk membeli kopi tersebut

Akhirnya aku kebagian antrian sebelum tokonya mau tutup.. udah sore soalnya..

Ah aku pikir males juga klo langsung pulang.. mending aku mampir dulu ke kota kembang pusatnya cd dan dvd bajakan di Bandung.. lagian jaraknya engga jauh dari jalan banceuy..

Setiba di kota kembang tak sengaja aku bertemu dengan rekan kuliah ku dan partnernya.. dia pun ternyata lagi nyoba-nyoba film yang mau dibelinya..

Dia nyapa aku duluan karena aku engga ngeh: “eh rull.. ngapain ente?”

Aku jawab : “eh re**.. engga re*.. kebetulan mampir aj sklalian pulang abis beli kopi aroma tadi”

Rekanku : “dimana rul?”

Aku : “ituuu jalan banceuy”, “untung belom tutup”

Rekanku : “ohh.. ama siapa rul?”

Aku : “sendiri.. emang engga diniatin sih kesininya”

Rekanku : “sedih amat”

Aku : “ahaha..”

Diapun memperkenalkan partnernya padaku..

Dalam hati aku berkata “ah bagusan mantan gw tersayang..”

Setelah aku mendapatkan film yang aku cari.. lalu aku beranjak pulang tak lupa pamitan pada dia dan partnernya..

Sepanjang perjalanan aku berfikir dan merenung..

Satu kata yang terbersit dalam fikiranku adalah kata-katanya padaku yang “sedih amat”

Kenapa dia berkata kaya gitu?

Klo pergi ke tempat ramai sendirian emang salah ya? Tak habis fikir aku..

Buat aku sih engga masalah.. aku pergi ama siapa.. sendirian atau berdua atau rame-rame..

Yang penting aku berusaha nyaman dengan keadaanku.. meski aku sendiri tak masalah.. aku masih fine-fine aja..

Klo aku boleh bilang.. aku rasa dia orang yang belum benar-benar mencintai dirinya sendiri.. dia payah dengan keadaan dimana dia dalam keadaan sendiri.. dia kesepian sehingga membutuhkan seseorang dari kaum hawa untuk menemaninya.. karena baginya adalah sebuah kesedihan bila kemana-mana seorang diri tanpa ada yang menemani.. aku bertaruh dia sakau akan kaum hawa bila dimana kaum hawa tersebut menjauhi atau memutuskan hubungan dengannya.. dia mengemis-ngemis bahkan cenderung melakukan intimidasi untuk mendapatkan segala keinginannya..

Kenapa aku bisa berkata demikian? Karena aku pernah menjadi mahluk seperti itu..

Tapi engga mungkinlah aku bilang kaya gitu ke dia.. ahahaha..

Aku memang manusia yang membutuhkan orang lain.. aku adalah seorang adam yang membutuhkan hawa untuk menemaniku.. manusia tidak bisa hidup sendiri karena manusia adalah mahluk sosial yang membutuhkan manusia lain bagi kelangsungan hidup

Tapi akupun harus bisa meski tidak ada manusia lain yang menemaniku..

Ada nilai kehidupan yang seringkali aku lupakan..

Bahwa aku harus bisa menghargai diriku sendiri terlebih dahulu..

Aku harus mencintai diri sendiri sebelum dicintai

Aku harus berdamai dengan diri sendiri..

Menerima diri dengan penuh rasa syukur..

Buat aku itu adalah hal yang fundamental sobat.. sebelum kita bisa mencintai dan dicintai..

Jika kita sudah bisa menjadi manusia yang demikian.. engga masalah jika kita menjalani segala sesuatu dengan sendiri (with or without)

Karena kita sendiri sudah menganggap bahwa diri ini sudah cukup berharga..

Minimalnya kita sudah punya cinta yang pertama pada Tuhan dan kedua diri sendiri..

Kita bukanlah mahluk yang hatinya tetap hampa dan kesepian meski udah ada seseorang yang menemani.. tetap merasa hampa dan kesepian setelah pulang ke rumah masing-masing setelah berjam-jam lamanya beraktifitas di kantor atau sepulangnya dari tempat hiburan yang ramai bersama teman-teman

aku berkata demikian bukan berarti aku adalah manusia yang serba paling tahu dan paling expert.. engga sobat..

dan juga bukan pembelaan bahwa aku tidak mampu menarik kaum hawa.. dan menarik orang-orang  disekitarku.. sehingga aku pergi ke tempat ramai sendirian..

aku juga sama seperti yang lainnya.. aku adalah manusia yang banyak belajar dari apa-apa yang pernah aku alami

aku adalah orang yang lagi belajar dan akan terus belajar, sehingga bisa saja aku salah.. namanya juga belajar.. ehehehe

Bandung, 08 Maret 2010

Rully Herdita

15 pemikiran pada “Mencintai diri sendiri

  1. dari sebuah kejadian kecil disindir temen , bisa jadi sebuah post yang manstab hahahaha teruskan bro !

    ps : self-love , narcisism , ego … they are so complicated😀

  2. hahaha,,,, sebenernya QK lagi sedih waktu ngebaca postingan ini.
    tapi setelah ngebaca postingan ini …
    gag jadi sedih denk…
    balik lagi dah seperti QK pada awalnya..
    heee…

    HIDUP!!! ^_^

  3. mantep, artikelnya …
    awalnya saya berpikir … apakah saya ini orang yang menyedihkan yah, klo jalan sendirian … ahh … tapi setelah baca artikel ini saya bisa memahami apa yang sobat Rully rasakan …🙂

    still learning
    Ace dstarlight

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s