Emosi, amarah, whatever..


Ah kemarin malam kedewasaan saya benar-benar diuji..
Ceritanya sore kemarin saya pergi ke sebuah acara kebudayaan jepang yang diselenggarakan oleh salah satu UKM kampus ITB. Nah event seperti itulah yang dijadikan ajang berkumpul komunitas saya yaitu komunitas anak band yang genrenya jepang.

Entah alasannya apa panita melarang orang-orang yang datang kesana untuk mematikan rokok. Saat itu saya sedang merokok padahal saya jauh dari area panggung. Saya berada di backstage setelah band teman saya perform. Teman-teman saya mematikan rokoknya sedangkan saya tidak. Tiba-tiba panita cewek datang menghampiri saya dan memerintahkan untuk mematikan rokok saya dengan setengah emosi. Namun saya kekeuh untuk tidak mematikan.. dan luar biasanya saat itu saya merasakan sensasi luar biasa yang memancing emosi saya naik. Dan cenderung untuk melawan.. hanya saja saja saya sempat adu emosi melalui tatapan mata amarah beberapa detik kepada panitia cewek itu namun akhirnya saya matikan juga rokok itu.

Setelah kejadian itu.. sepanjang acara saya merasakan kekesalan yang luar biasa. Yang terpikir saat itu adalah andai waktu bisa berputar dan saya lebih tenang.. saya ingin bilang pada panitia cewek itu : alasan apa kamu melarang saya? Apakah ada aturan untuk tidak merokok di area luas yang malah jauh dari panggung ini?


Klo memang iya saya harus mematikan rokok. Akan saya raih tangan panitia cewek itu lalu suruh dia matikan rokok saya itu. Lalu saya bilang : enyahlah kau dari hadapanku! Hahaha.. untung yah saya waktu masih bisa tenang dan sabar.. hanya bikin emosi yang bikin saya kesal sendiri.
Ah emosi negatif seperti itu yang sebenarnya mengganggu.. bikin capek. Kadang ada kejadian-kejadian lain yang memancing emosi negatif saya. Seperti misalnya : mobil saya dipepet angkot atau mobil orang lain, motor saya ditabrak dari belakang, motor disenggol orang. Biasanya saya langsung mengejar. Sebenarnya saya engga pengen marah hanya saja saat itu kondisi yang memancing saya untuk itu.

Pantas saja kelihatannya mudah.. namun sulit untuk dilakukan. Saat saya menonton tayangan televisi mengenai budaya tawuran, rusuh, dsb. Itulah dimana emosi negatif yang tak terkendali. Saat saya liat saya cuma bisa bilang ini itu. Jika saya dilempar kesana dan ikut tawuran juga pasti saya sulit mengendalikan diri saya apalagi jika saya terkena lemparan batu saat tawuran. Haha berkhayal..

Ah semoga saya bisa semakin dewasa dalam bersikap..

Bandung, 25 April 2010
Rully Herdita R

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s