Grunge not dead

Pada hari Minggu tanggal 25 April 2010 tak sengaja saya datang ke sebuah acara “Mini Grunge Party Part 3” yang diselenggarakan oleh anak-anak WAG (We Are Grunge) di Distro Channel jalan dalem kaum Bandung. Kebetulan saya menyukai genre musik grunge ini yang populer di era tahuan 90an.. grunge biasa dikenal dengan sebutan seattle sound.. emang asal mulanya berawal dari kota Seattle Amerika. Siapa sih yang engga kenal ama Nirvana, Pearl jam, Alice in chain, dsb. Yah itu beberapa band pengusung musik grunge asal Amerika..

Ternyata grunge belum mati.. masih ada komunitas kecil dari para grunger yang setia dengan aliran musik ini meski di Indonesia sendiri saat ini makin beragam terutama musik melayu yang sedang tren.. Dari grunge sebenarnya dapat diambil nilai-nilai filosofis..

Yang pertama adalah kesederhanaan. Untuk fashion cukup pake celana jeans belel yang udah robek, kemeja planel lengan panjang, sweater cardigan, sepatu converse yang lecek. Yah daripada dibuang klo lu anak grunge semua itu tetap bisa dijadiin fashion dan identitas. Kesederhanaan yang lain yaitu jumlah personel band 3 orang udah cukup, efek gitar ga usah pake yang digital. Pake satu efek stombox over drive atau distortion aja udah cukup. Lalu ga usah punya skill tinggi yang penting asal bisa maen gitar rythem dan chord gitar lagu cuma 3 juga cukup.

Yang kedua adalah kejujuran. Grunge sebagai luapan emosi jiwa.. ada depresi, dikucilkan, minoritas, anti sosial, semua mereka tampilkan apa adanya. Mereka teriak, brutal, melakukan hal gila, karena sebenarnya mereka ingin diakui dan mendapatkan validasi yang terkadang disalahartikan oleh lingkungan masyarakat.

Yang ketiga adalah kebebasan. Main gitar asal-asalan emang salah ya? Sound gitar fals acak-acakan emang salah ya? Banting gitar ampe ancur emang salah ya? Mutusin senar gitar emang salah ya? Melompat dari atas panggung, manjat ring kawat, moshing ama sesama kaya orang mabok itu salah ya? Grunge tidak peduli mana benar mana salah yang penting mereka bebas untuk berekspresi..

Saya tarik sebuah kesimpulan bahwa musik grunge sendiri harus berevolusi untuk bisa tetap bertahan, harus semakin dewasa, dan semakin berkembang. Karena musik ini jauh tertinggal di masa era kejayaannya. Yang perlu kita ambil adalah nilai-nilai filosofis (mindset positif) yang terkandung di dalamnya lalu sesuaikan dengan era tempat dimana saat ini kita masih bernafas.

Pokoknya Grunge not dead!

Bandung, 26 April 2010

Rully Herdita R

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s