Keajaiban cinta

Klo bahasa inggrisnya yaitu The Miracle of Love. Klo ngomongin ajaib berarti ngomongin sesuatu yang berkaitan dengan hal-hal yang engga masuk akal, engga masuk nalar, diluar kehendak, dsb.

Apa sih ajaibnya?

Yang pertama, cinta bisa menggantikan fungsi dari obat (medicine). Bila kadarnya tepat cinta bisa jadi obat penyembuh paling mujarab lho. Yang sakit bisa sembuh, yang sedih jadi senang, yang murung jadi ceria, yang jelek jadi cantik (yg ini ngaco) hahaha.
Hmmm.. jadi inget artikelnya lex yang dalam redaksinya seperti ini : Percuma jika kita menemukan semua obat dan solusi yang kita butuhkan namun tetap merasa berjalan sendirian, tidak dimengerti, atau terasing. Mo ngabisin 100 botol infus, mo ngabisin 100 jarum suntik juga percuma, klo pasien merasa sendiri, engga ada yang memahami, engga ada yang mendengarkan. Makanya empati lebih penting karena empati sebagai bentuk rasa cinta, bukan begitu?

Dokter yang bagus biasanya sembari melakukan empati dalam proses mengobati. Biasanya juga pasien suka cepet sembuhnya klo banyak yang nengokin. Apalagi klo ada orang terkasih yang nengokin wuih bisa-bisa pas si dia datang langsung sembuh kayanya. Misalnya pas kita sakit tiba-tiba Luna Maya datang nengokin kita sembari mendaratkan kecupan di kening. Wuihhh langsung sembuh hari itu juga, hahahaha. (tapi saya malah kesindir sendiri karena kurang empati pada orang lain)

Dulu klo pacar saya sakit dia suka sms ngasih tau klo dia sakit, pas saya datang ke tempatnya eh langsung sembuh, malemnya kita jalan-jalan deh. Trus dia pernah bilang klo dia sakit obatnya tuh saya. Hehe. Engga masuk akal kan? Ajaib deh. Trus di berita tv pernah ada si istri sakit klo engga megangin tangan suaminya. Kepaksa si suami untuk beberapa hari engga kerja karena harus nemenin istrinya yang sembari megangin terus lengan si suaminya itu di rumah sakit. Klo dia lepasin lengan suaminya tiba-tiba dia pusing kepala, pegal-pegal, dsb. Aneh kan? Tapi itu nyata.

Berarti itu faktor psikologis dong? Iyalah cinta kan dekat dengan hal yang berkaitan dengan psikologis. Faktor tersebut punya pengaruh yang kuat juga dalam proses penyembuhan.

Klo abis pemeriksaan biasanya dokter kan suka ngajakin ngobrol dengan pendekatan psikologis tentang harapan untuk bisa sembuh. Engga mungkinlah klo dokter ngomong : “wah bu penyakit ibu udah engga bisa disembuhin paling juga besok atau lusa ibu mati jadi siap-siap aja jangan lupa bayar biaya pengobatan rumah sakitnya”. Wah klo adaaa gila tuh dokter. hahaha

Tadi kan disebutin klo kadarnya tepat cinta bisa jadi obat penyembuh paling mujarab. Klo kadarnya berlebih? Yah klo berlebih bisa buruk juga efeknya. Bisa-bisa overdosis alias keracunan. Malah bisa jadi obat pembunuh mujarab paling ampuh dengan pendekatan psikologis.
Coba kalian cari, berapa banyak orang yang nekat bunuh diri karena cinta? Berlaku aneh dan melakukan hal-hal gila karena cinta. Makanya kitapun perlu mengendalikan diri terhadap perasaan ini ( baca: cinta)

Yang kedua, cinta bisa menggantikan efek dari pemakaian narkotika. Kalian tau ekstasi? Tau kan efeknya yang bisa bikin orang senang, semangat, bergairah. Ya cinta juga kaya gitu. Cinta menyebabkan bekerjanya hormon-hormon dalam otak. Ada hormon nerofin, dophamine (itu yang saya tau) bersenyawa (bersatu) dalam proses kimia sehingga menghasilkan perasaan senang, perasaan bahagia membuat kita terbang ke awang-awang dalam euforia. Yang namanya narkotika bisa bikin kita kecanduan, cinta juga kaya gitu. Cinta bikin kita kecanduan. Kecanduan apanya sih? Kecanduan untuk merasakan cinta. Cinta itu enak lagi, ada engga jatuh cinta yang engga enak? Pasti engga ada! Mau jatuh cinta ama monyet sekalipun juga pasti indah klo kita udah ngerasa cinta. Cinta bikin tai kucing rasa coklat, tapi yang ini saya belom pernah coba (yang mau coba silahkan tapi resiko tanggung sendiri). Cinta bikin kita rela ngelakuin apa aja untuk mendapatkannya. Ya cinta adalah candu yang menyenangkan, tapi harus ingat kadarnya harus tepat.

Klo kita udah kecanduan trus kita sulit ngedapetin cinta lagi gimana? Itulah yang mesti kita jaga agar kadarnya jangan berlebih. Bila kadarnya tepat pasti bikin hidup kita lebih hidup (jadi inget slogan rokok star mild), bikin kita ceria penuh semangat dalam menjalankan hari-hari.

Klo cinta kesannya positif tapi klo narkotik alias obat-obatan terlarang itu negatif banget.

Sebenarnya masih banyak keajaiban cinta lainnya. Biar engga kepanjangan segini dulu deh ntar lanjut lagi (bilang aja udah mentok), sembari mikirin tulisan sesi duanya. Hehehe.

Salam ceria selalu!

Bandung, 10 Mei 2010
Rully Herdita R

2 pemikiran pada “Keajaiban cinta

  1. Setuju bgt dgn cinta bisa menggantikan fungsi dari obat (medicine). Terutama untuk orantua. Orangtua yang hidupnya tenang, dicintai anak2nya insyaAllah selalu sehat.

    manusiabelajar.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s