Blaming in love

Apa kabar sahabat-sahabatku yang baik?

Yang tak pernah berhenti belajar!

Yang senantiasa selalu memperbaiki diri untuk menjadi pribadi lebih baik!

Yang selalu berusaha untuk menolong dirinya sendiri!

Semoga kalian tetap semangat dan selalu diberikan kesehatan.

Hmmm..

Lagi lagi tentang cinta.. Lagi lagi tentang cinta..

Mudah-mudahan tidak bosan.

Sebetulnya saya anak musik dengan latarbelakang akademis hukum.

Kenapa tidak membicarakan topik musik atau hukum saja?

Ya tapi kali ini saya akan membicarakan topik cinta lagi jadi harap dimaklumi saja.

Lain kesempatan saya akan mencoba untuk membuat tulisan tentang musik, hukum, dan otomotif yang sangat saya sukai.

******

It’s all about love.

Bagi saya topik ini sangat menarik.

Sebuah hubungan cinta pastinya selalu menimbulkan konflik, pasang surut, dan roller coaster.

Tapi saya selalu berusaha tenang dan tidak berhenti bertanya pada diri sendiri.

Inikah konflik?

Apakah ini mispersepsi saya saja?

Sehingga saya menganggapnya sebuah masalah besar.

Sederhananya seperti ini.

Sahabat pasti pernah marah, kecewa, jengkel, sakit hati, dsb.

Kepada siapa? Iya kepada kekasih tercinta.

Cukup beralasankah kalian berlaku dan merasa demikian?

Atau sebetulnya kalianlah yang salah terima?

Kalianlah yang tidak atau kurang memahami?

Dan kalianlah yang bersalah terhadap diri sendiri?

Mungkin kita merasa kekasih kita bersalah tapi sebetulnya kitalah yang bersalah terhadap diri sendiri.

Misalnya pernahkah kalian ‘merasa’ disakiti kekasih kalian? Atau ‘merasa’ dipermainkan secara emosi/perasaan?

Pernah? Saya yakin kalian pernah.

Saya garis bawahi yaitu ‘merasa’. Ya kata kuncinya adalah ‘merasa’.

Kata ‘merasa’ kurang lebih sepadan dengan ‘seolah-olah’,‘seperti’ atau ‘ilusi’ yang disebabkan kita salah menerima.

Artinya kalian hanya ‘merasa’ disakiti saja tapi sebetulnya kekasih tidak bersalah apa-apa, hanya kalian merasa demikian karena kalian salah mengartikannya saja.

Tidak jarang sebuah konflik disebabkan oleh hal-hal kecil / sepele yang sebetulnya tidak penting.

Percaya atau tidak hal demikian sungguh melelahkan.

Ibaratnya bagaimana anda bisa menghadapi masalah lebih besar dimasa akan datang bersama kekasih tercinta, jika masalah kecil saja tidak mampu anda atasi?

Malah menganggapnya hal besar.

Saya akui bahwa saya sendiri seringkali mengalami kebuntuan dalam menghadapi hal ini.

Karena seringkali saya pun merasa demikian, apalagi menghadapi sahabat yang terlibat masalah yang sama.

Ada 2 cara yang saat ini saya yakini, yaitu : Sabar dan mencoba mengerti!

Sehingga saya menempatkan diri pada keadaan yang seharusnya, bukan pada kenyataan!

Fiuhhh..

Intinya coba tanyakan pada diri kalian sendiri?

Cukup beralasankah kalian melakukan semua itu?

Ataukah itu hanya kalian yang dikendalikan oleh self emotion yang tahu sendiri akibatnya, yaitu : penyesalan seumur hidup!

Saya mengharapkan anda tidak jatuh kelubang penyesalan itu.

Nauzubillah ya!

Telusuri semua itu demi menyelamatkan hubungan anda.

Tenangkan diri anda sejenak.

Jika ternyata alasan tersebut sudah cukup kuat  dan logis.

Semuanya sudah difikirkan secara matang dan baik-baik.

Barulah anda mengambil/menentukan langkah dan keputusan terbaik demi kebahagian masa depan anda sendiri.

*****

16 Juni adalah hari jadi saya bersama kekasih dan saya tidak tahu seperti apa kedepannya.

Yang jelas rencana baik tergambar difikiranku.

Semoga Allah memberikan jalan terbaik bagi kita berdua, amin!

Ah semoga postingan saya kali ini mudah dimengerti ya!

Semoga bermanfaat.

Jika ada sahabat yang mau berbagi pengalaman silahkan isi di kolom komentar.

Bandung, 16 Juni 2010

Rully Herdita R

4 pemikiran pada “Blaming in love

  1. yg pasti QK suka dengan postingan ini🙂
    “merasa” , jadi sebenernya klo kita nggak “merasa” mereka menyakiti kita,,,
    mungkin kita akan jadi biasa aja ya:mrgreen:

    HIDUP!!! ^_^

    selamat hari jadi dengan pasangannya ya,,, semoga lebih baik lagi kedepannya:) amin😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s