Musik dan kepribadian

Apa kabar sahabat semua?

Semoga kalian sehat selalu.

Kita santai saja dengan bahasa yang santai.

Hmmm..

Setujukah kalian?

Bahwa selera musik seseorang menunjukan kepribadiannya?

Orang yang suka musik high beat / dance / hip hop/ RnB / remix cenderung ekspresif, easy going, senang mencoba hal-hal baru, lebih suka menghabiskan waktu diluar rumah.

Orang yang suka musik underground / metal / rock cenderung emosional, sulit diatur, menyukai kebebasan.

Orang yang suka musik dangdut cenderung so far orangnya baik, sederhana, bijak, kadang nelangsa (melankolis).

Ga usah saya bahas semua ah (capek).

Itu cuma menurut saya pribadi jadi bisa benar bisa juga salah (hahaha).

Saat ini banyak sekali aliran musik khususnya yang berkembang di Indonesia mulai dari aliran pop melayu yang sedang tren, khususnya pop yang lebih variatif dibanding rock yang lebih berdistorsi. Bahkan band Kotak pemenang pertama ajang dreamband yang diadakan oleh stasion TV7 yang beraliran rock pun menyelipkan lagu yang nuansa pop, semisal : masih cinta, pelan-pelan saja.

Bagaimana dengan saya?

Dengan selera musik yang disuka bagaimanakah kepribadian saya?

Hmmm..

Jaman awal-awal saya belajar main band kelas 3 SMP hingga SMA, era musik grunge/post grunge cukup mempengaruhi saya, seperti : Nirvana, Creed, The Calling, New Radical, Vertical Horizon, hingga yang agak britpop seperti : OASIS. Lalu saat era hip metal seperti : Limp Bizkit, Linkin Park, Korn, RATM, Slip Knot, Deftones.

Awal masuk kuliah tiba-tiba saya terperosok dalam sebuah komunitas pecinta musik Jepang, yang jelas saya bisa banyak berkenalan dengan sesama band player yang hubungannya bisa erat hingga kini , beserta groupis-groupisnya (hahaha).  Band-band Jepang banyak mempengaruhi saya saat itu, seperti L’arc-en-ciel, Dir-en-grey, Malice Mizer, X-Japan. Hampir semuanya beralian rock, metal (visual kei), tapi ada juga yang agak ngepop seperti Zone dan Do as infinity.

Ah semuanya cukup mempengaruhi saya terutama para vokalis band-band tersebut seperti : Hyde (L’arc-en-ciel), Kyo (Dir-en-grey), Gackt (Malice Mizer).

Klo sekarang?

Klo saya sekarang cenderung menyukai lagu yang tak hanya enak didengar tapi memiliki pesan moral yang baik. Semua itu bisa saya dengar dan baca dari lirik-liriknya, seperti Saint Loco di lagunya yang berjudul : kedamaian. Juga Bondan Prakoso and Fade 2 Black, ada lirik di salah satu lagunya berjudul “ya sudahlah”, “ekspresikan” yang saya suka banget, tapi hampir keseluruhan saya suka semua lagu-lagunya. Klo sempat coba deh denger lagu-lagu Bondan Prakoso and Fade 2 Black, buat saya TWO THUMBS UP!

Entah kenapa saat ini saya banyak menghindari lagu-lagu patah hati, sedih, cinta-cintaan. Rasanya muak saja pengen muntah udah kebanyakan (hahaha). Kayanya menyerah pasrah gitu, tapi klo Bondan Prakoso and Fade 2 Black tidak, mereka kemas semua tema diatas dengan cara yang beda (memang seharusnya begitu).

Berikut saya lampirkan lirik lagu dari Bondan Prakoso and Fade 2 Black.

~Ya Sudahlah

Ketika mimpimu yang begitu indah

Tak pernah terwujud ya sudahlah

Saat kau berlari mengejar anganmu

Dan tak pernah sampai ya sudahlah

Apapun yang terjadi ku kan slalu ada untukmu

Janganlah kau bersedih cause everything gonna be ok!

Saat kau berharap keramahan cinta

Tak pernah kau dapat ya sudahlah

Dengar ku bernyanyi lalalalalala heeyeyeyeye yayayayaya dudidudidudidam

Semua ini belum berakhir

……………………………….

***

Sebagai penutup..

Mengingat,

Menimbang,

Dan memutuskan,

Kira-kira seperti apakah kepribadian saya? (hahaha)

***

Bandung, 1 Juli 2010

11 pemikiran pada “Musik dan kepribadian

  1. Wah, saya nggk suka musik😦
    Apakah artinya saya juga nggak punya kepribadian?
    Musik buat saya hanya sekedar ikut-ikutan denger, kalo suami dan anak lagi main musik atau dengerin lagu bareng…tapi saya percaya, orang yng menyukai musik itu luar biasa cerdas, not dan beragam kunci yang ribet itu, bisa menjadi alunan lagu yang indah🙂

    1. Masa sih bu? Setidaknya bisa menikmati musik juga sama aja. Enaknya sambil beraktifitas apapun msh bisa denger musik. kaya saya sambil nulis sambil denger musik.hehe.

    1. hahaha.. ga 100% berhubungan sih bro. di Bandung ada pengamen setelan “punk rock” lengkap sama emblem2nya. tetep aja nyanyi seputar ST12, Kangen, Ungu, Peterpan, Samson, dll. kalau saya tanya MXPX atao NOFX belum tentu tau mereka. haha.

  2. salam..
    waaahh mas Ruly selera musiknya sama semuaa ma sayaa.. hehe..
    tapi kalo yang aliran jepang gitu tahunya lagu2 soundtrack conan dan yup Bondan n fead 2 black yang mengandung pesan2, saint loco yang duet bareng Astrid judulnya Kedamaian bagus juga pesannya..
    oya jangan lupa Efek Rumah Kaca band indy yang oke banget tuh😀

    1. satu lagi lagu saint loco yang judulnya “santai saja” bagus pesannya sesuai dengan apa yang saya pelajari dalam hidup, yaitu “kadang kala harapan tak sejalan dengan kenyataan”. efek rumah kaca? iya cuma dengar sekilas

  3. Hooooo..😮 Awalnya saya dulu (saat SMP-SMA) percaya bahwa musik kesukaan mempengaruhi kepribadian seseorang. Tapi, sekarang saya malah ragu. Kenapa? Karena saya sendiri musik favoritnya berubah-ubah.😆 Tergangunt mood. 😀

    Berarti, ini kepribadian saya juga bisa berubah-ubah.:mrgreen:

  4. wah, kalau bunda sih suka lagu apa aja asal enak di dengar.
    dan ,jangan yg berisik gak karu2an itu lho………….
    dr sejak sekolah sampai sekarng masih suka dgn jenis bossa,semi klasik, semi jazz dan pop klsik.

    mungkin Rully adalah pribadi yg dinamis ,optimis dan gak mau ribet, namun mudah bersahabat (* si bunda gaya nya kayak peramal aja nih *)😀
    salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s