Me and best movies ever seen

Kali ini saya akan kupas tidak tuntas mengenai film-film kesukaan saya.

Jika melihat judul yang saya buat diatas kesannya anak-anak banget ya (hahaha).

Tapi tidak apa-apa.

Here we go.

Entah kenapa untuk saat ini (sebetulnya dari dulu sih) saya sangat menyukai film-film yang berbau pembunuhan, phsycophat, thriller, sadistics, horor and action. Padahal dulunya saya sangat menyukai film-film dorama Jepang dan drama Korea (ah sial terungkap sudah hahaha).

Dorama Jepang yang pertama saya tonton dan pertama juga sangat saya suka adalah Ordinary People (1994). Tidak usah saya bahas ceritanya tentang apa karena kepanjangan ntar, yang jelas saya suka dengan jalan cerita dan tokoh-tokohnya.

Klo drama Korea identik dengan cerita yang sedih-sedih dan berurai air mata. Ah justru ini yang sangat saya hindari, bukankah hidup ini sudah menyedihkan? Kenapa harus ditambah dengan menonton film yang sedih-sedih? (hahaha). Drama seri Korea terbaik yang pernah saya tonton : Winter Song (2001) dan Green Rose (2005). Saya ada teman (cowok) yang gemar menonton film seperti ini nih, tapi tidak usah saya sebutkan disini takut dia malu, dia pasti nyadar kok sori bro (hahahaha).

Seperti disebutkan diparagraf pertama mengenai jenis film-film yang saya suka (sepanjang masa). Saya sebutkan satu persatu dimulai dari :

  1. Hostel I (2005): ini film bener-bener gila, sadis, psikopat, pembunuhan, berdarah-darah. Diceritanya organ tubuh manusia diperjual belikan, berhubung negara miskin maka jual-beli organ tubuh manusia tersebut dilegalkan disana, menurut cerita negaranya adalah negara kecil daratan Eropa Slovakia (hiiihhhh). Organ tubuh manusia termahal adalah Ras Amerika, kedua ras Eropa, dan ketiga ras Asia. 3 mahasiswa Amerika yang bersahabatan hendak pergi berlibur ke Eropa, karena informasi temannya bahwa Slovakia adalah negara yang dipenuhi wanita-wanita cantik dan bisa bebas memilih berkencan dengan wanita mana saja. Rencana mencari kesenangan malah organ tubuh mereka diincar, hingga akhirnya bagaimana caranya mereka agar bisa keluar dan meloloskan diri dari negara tersebut. Banyak adegan sadis, penyiksaan, dan vulgar di film ini  seperti : tubuh digergaji mesin, tubuh dimutilasi, kaki di sayat, paha dibor, mata dilas. Tapi akhir ceritanya engga menggantung kok, penjahatnya akhirnya mati, tuntas sudah. Tapi yang part II saya belum nonton (katanya kurang seru).
  2. The Hill Have Eyes I (2006) dan II (2007) : film ini bercerita tentang daerah atau kawasan terlarang yang dijadikan uji coba nuklir Goverment of USA, siapapun dilarang memasuki kawasan ini, akan tetapi tempat itu sudah digunakan (sejak dulu) sebagai pusat pertambangan, maka para penambang yang ada disana terkena dampak dari radiasi nuklir. Akhirnya mereka berubah, menghasilkan keturunan dan berevolusi menjadi manusia mutant, sosok cacat, kanibal, psikopat, gemar membunuh, dan menyeramkan. Pokoknya  “best  thriller, sadistic, and pshycophat” -rully & ebert- (maksaaa).
  3. Wrong Turn I (2003), II (2007), dan III (2009): tokoh jahatnya kurang lebih mirip dengan film The hill have eyes. Sosok muka yang cacat, kanibal, psikopat, gemar membunuh. Buat yang linu melihat darah beserta jeroannya tidak disarankan menonton fim ini, karena banyak adegan kekerasan dan terkadang tidak masuk akal. Buat saya 4 thumbs up! (ditambah dengan 2 jempol kaki).
  4. The Texas Chainsaw Massacre (2003) : ini juga genrenya sama dengan no. 1, 2, dan 3, yang katanya based on true story. Klo film Saw entah kenapa saya tidak suka, mungkin karena monoton dan babaknya hanya pada tempat itu-itu saja, padahal sekuelnya dibuat dari I hingga IV klo engga salah.
  5. P2 (2007), Silent Hill (2006), The Collector (2009), Vertige (2009), My Bloody Valentine (2009), Dead Snow (2009), Descent I (2005) dan II (2007). Khusus descent II yang baru-baru saja saya tonton, merupakan kelanjutan dari yang I. Menceritakan tentang mahluk bawah tanah pemakan manusia, konon mahluk tersebut adalah evolusi manusia yang terjebak di dalam tanah sehingga berubah menjadi mahluk yang sensitif terhadap cahaya dan pendengaran, pemakan manusia juga hidup berkoloni. 5 wanita cantik dan sexy pencinta alam (serasa grup vokal cewek: Spice Girls) terjebak di goa bawah tanah sana, bertemulah mereka dengan mahluk-mahluk tersebut, hingga bagaimana caranya mereka melawan, bertahan hidup, dan mencari jalan keluar dari goa bawah tanah tersebut. Tinggal berapa yang tersisa? Tonton saja filmnya.
  6. Hurt Locker (2008) : judul filmnya persis seperti saya ya “pengunci hati” (hahaha kidding). klo film ini genrenya tentang peperangan dan terorisme, menceritakan tentara Amerika penjinak bom yang ditugaskan di Irak selama 30 hari (1 bulan). Penuh ketegangan apalagi saat-saat menjinakkan bom, disisi lain kawannya menjaga daerah sekitarnya untuk memastikan clear dari musuh dan menjaga keselamatan si penjinak bomnya.
  7. Banyak film-film terbaik buat saya yang tidak disebutkan satu persatu, klo saya bahas ntar kepanjangan. Cuma saya kurang suka dengan kolosal (tapi engga 100% tidak suka), kartun 3D (fiksi) kecuali Avatar (2009) saya suka banget, film-film Thailand juga sama (kurang suka).

Itulah sekilas genre dan film-film yang saya suka, hanya saja kekurangan dari genre tersebut kadang suka ada hal-hal bodoh yang terkadang tidak masuk akal, bukannya linu malah lucu (hahahaha). Tapi film no. 1, 2, dan 3 itu terbaik bagi saya dan sisanya hanya mengikuti. Ah kapan ya ada film bagus seperti itu lagi? (still searching again).

Barangkali ada sahabat yang mau share pengalaman atau rekomendasi film-film terbaik, silahkan isi di kolom komentar.

Bandung, 13 Juli 2010

17 pemikiran pada “Me and best movies ever seen

  1. Hostel?? Mas Rully suka film Hostel?? Wah wah, jujur aja, aneh….😀 Saya dan adik saya menonton film horror macam ini, tapi bukan dalam hal “suka”, hanya sebatas “menikmati” sesaat. Saat kami nonton film Hostel (I dan II) pun, kami dengan sukses mual.😦

    Saya dan adik saya setuju, Quentin Tarantino si pembuat film itu (Hostel dan Kill Bill) adalah “orang gila”.😀 Liat aja, semua film-nya berdarah-darah dan sadis banget, termasuk film terbarunya “inglorius Basterds”.👿

    Menurut kami pula, film dari poin 1-poin 4 tsb sama sekali tidak mendidik. Gak ada manfaat yang bisa diambil dari situ, hanya menggambarkan kekerasan (yang mungkin bagi sebagian orang sebuah hiburan), dan hanya menang di efek visual. Begitu pula dengan Dead Snow dan My Bloody Valentine.😐 Film lainnya, saya belom nonton.

    Silent Hill, memang karena saya ini seorang gamer yang pernah memainkan versi game-nya, makanya saya suka dengan film ini. Salah satu yang ditunggu oleh gamer adalah ketika game kesukaannya diadaptasi menjadi sebuah film.😳

    1. genre ini memang sangat tidak mendidik karena banyak menampilkan adegan kekerasan, penyiksaan, dan seks. maka dari itu saya tidak menganjurkan menonton film-film ini bagi yang belum dewasa atau cukup umur.

  2. Rully, daftar filmnya lengkap banget…dan sumpah, hanya Avatar yang saya pernah tonton😉
    Saya penggemar film komedi romantis, apalagi kalo yang mainnya sekeren Matt Damon (hehehe, dia sebetulnya bukan pemain film jenis ini ya!) atau Jude Law…wah, nonton berkali-kali juga nggak bakal nolak deh😛
    Saya juga suka Avatar. Beberapa waktu lalu saya nonton The Holiday di televisi, I like it. Saya juga terkesan dengan film Serendipity yang dimainkan John Cusack dan dan Kate Beckinsale…

  3. Film sejenis The Texas Chainsaw Massacre ato Halloween tuh film horor yang paling gak penting sedunia😛 Sadddiiiiiiiisssssss >.<

    Masih lebih suka horor Thailand ato Korea😛 yang jelas no way untuk horor Indonesia hehehe.

    Saya suka Avatar😀

  4. hostel shocking banget ! haha . pertama nonton ama temen2 gw , kirain film horor apaan , ternyata sadis banget . kalo kata gw lebih sadis dari saw , hehe

  5. oia , saw udah sampe 6 kalo ga salah . dulu saya masih bisa merecall setiap jebakan dan adegan di saw 1-4 . sekarang sudah lupa semua , soalnya monoton itu mas , hehehe😀

  6. whuaaaaa….. kok Rullly senengnya film2 serem dan sadis gitu sih ?
    bunda kalau nonton paling2 juga film drama atau basic on true story, tapi gak yg horor gitu…hiiii…..😦
    salam

      1. horor yang engga cuma nampilin efek visual aja, tapi jalan cerita yg bagus seperti: red dragon, home coming. bukan horor sih tp lebih ke thriller

  7. The mist juga keren,, biasanya film kategori horror (walaupun bukan karena hantu, bisa jadi horror karena tekanan batin dsb) hanya mengandung unsur2 kekerasan, saling bacok, dsb,, tapi di film the mist,, ada beberapa hikmah yg bsa dipetik,,, walopun endingnya bikin hati tak karuan,,,
    Sy belom pernh nnton hostel 1, tpi sdah nntn hostel 2, dan menurut sy ceritanya amat sgt tdak menarik,,,
    The saw sebenarnya bagus apabila diikuti sampe saw 7 (qlo nd salah),, soalnya ceritanyaa saling berkaitan,,, dan mulai terkuak di saw 4,,,
    Qlo drama korea, ada beberapa drama yg recomended (bukan drama yg ada nangis2 lebainya) tapi lebih ke arah kasus, misteri (detektif), dan ada humornya,,, beberapa diantaranya judulnya “you’re all surrounded”, “ghost detective”, dan “god’s gift”,,, sy juga bukan penggemar drama korea, tapi setelah sy nnton ketiga drama tsb,,, rasanya wow skali,,haha, keren lah pokoknya,,

    1. Ini tulisan lama saya, iya dulu seneng banget film-film model gitu. Kalo sekarang lebih suka film-film drama kriminal, thriller atau action, yang tentunya lebih mentingin jalan cerita, daripada sekedar adegan2 gore atau kekerasan.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s