Letak Kebahagiaan Bersyukur?

Banyak definisi tentang kebahagiaan.

Definisi saya tentang kebahagiaan adalah bahwa kebahagiaan itu terletak pada keikhlasan hati dan kemampuan kita untuk bersyukur.

Yang jadi masalah adalah kadang sulit bagi kita untuk bisa benar-benar ikhlas.

Juga sulit bagi kita untuk menerima kenyataan yang menyebabkan kita tidak mampu bersyukur.

Orang yang dikasih kerjaan banyak seringkali terjebak dalam rutinitas yang menyebabkan kebosanan padahal udah enak dapet gaji.

Waktu kita miskin berfikir sepertinya menjadi orang kaya itu enak.

Padahal tidak juga dan belum tentu.

Orang yang kurang kerjaan seperti saya (hehehe) seringkali bingung dengan apa yang mesti dikerjakan.

Disaat kerjaan menumpuk kita berfikir enaknya jadi orang yang kerjanya santai.

Sungguh tidak membuat bahagia kan?

Terus harus bagaimana agar kita bisa bahagia?

Klo kata sahabat saya bahagia itu adalah produk atau efek atau hasil dari hidup yang bermakna.

Jadi teringat buku yang pernah saya baca yaitu BEST LIFE : menjalani hidup bahagia penuh makna, yang ditulis oleh Goenarjoadi Goenawan dan Stefanus Indrayana.

Yang artinya memusatkan diri pada orang lain bukan diri sendiri.

Kebahagiaan itu disaat kita memiliki sesuatu yang berarti bagi orang lain.

Bagaimana kita bisa bahagia jika harga sayuran naik, tarif dasar listrik naik, harga BBM semuanya pada naik?

Boro-boro mikirin orang lain, diri sendiri saja sudah susah.

Kok band saya engga maju-maju? Tapi kok nidji bisa? Peterpan kok bisa? Vierra kok bisa? Ungu kok bisa?

Bingung kan? (ahahaha)

Kita sering terjebak oleh pemikiran kita yang sudah mendarah daging tanpa kita sadari (saya tidak bilang itu salah).

Bahwa kita masih selalu merasa ada sesuatu yang harus ditaklukan.

Selama ini kita hanya berorientasi pada diri sendiri.

Dulu manusia berfikir bahwa bumi adalah pusat dan matahari berputar mengelilingi bumi.

Padahal yang terjadi adalah kebalikannya.

Pemikiran seperti itulah yang sebenarnya membebani kita.

Tapi tahukan bahwa kita tidak bisa menentang alam atau menaklukan dunia karena pasti alam atau dunialah yang menang.

Disaat kita menentangnya akhirnya kita menjadi lelah sendiri karena keinginan tidak tercapai.

Yang ada kita dituntut menjadi fleksible terhadap perubahan dan goncangan dunia.

Kita ikuti dan arahkan alurnya seperti apa dan mau kemana (sebetulnya pemikiran ini diluar jangkauan saya)

Tapi berdasarkan pembelajaran saya selama ini :

Kita tidak perlu memikirkan apakah kita bahagia atau tidak, karena bahagia itu adalah bonus atau efek atau hasil dari hidup penuh makna yang artinya kita memiliki sesuatu yang berarti bagi orang lain.

Sederhananya kita tidak perlu harus bergelimang harta atau menjadi orang besar untuk bisa membantu orang lain.

Cukup dengan apa yang kita punya saat ini saja.

Misalnya saya yang hanya sekedar mampu menyumbangkan tulisan.

Insya Allah jika saya ikhlas pasti akan terasa besar manfaatnya untuk orang lain.

Ditambah satu bait syair lagu dari band d’masiv yang berjudul “jangan menyerah”.

Saya suka sekali dengan kata-katanya sebagai berikut :

“Syukuri apa yang ada

Hidup adalah anugerah

Tetap jalani hidup ini

Melakukan yang terbaik”

Intisari dan hasil rangkuman tulisan saya kali ini adalah, bahwa :

  • Bahagia itu adalah produk atau efek atau hasil atau bonus dari hidup yang bermakna
  • So tidak perlu pusing memikirkan hidup kita harus bahagia atau tidak.
  • Lakukan saja yang terbaik untuk hidup ini, untuk diri kita dan orang lain.
  • Syukuri semua nikmat yang telah diberikan Tuhan. Meski terkadang kita masih merasa kurang tapi percayalah Tuhan lebih tahu apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan.
  • Hidup bahagia penuh makna tidak perlu kita harus menunggu menjadi orang kaya bergelimang harta untuk bisa membantu orang lain, tapi cukup kita memberi dengan apa yang kita punya saja saat ini.
  • Meski hanya hal-hal kecil tapi pasti besar manfaatnya untuk orang lain jika kita ikhlas memberikannya.

Tapi tujuan saya menulis disini bukan berarti saya adalah orang yang paling dewasa, paling tahu, paling pintar, dan paling bahagia.

Sekedar bahan introspeksi saja bagi saya pribadi untuk menjadi orang yang lebih baik.

 

Bandung, 16 Juli 2010

20 pemikiran pada “Letak Kebahagiaan Bersyukur?

  1. heheheh gue pernah postingan tentang ini juga bro, dimana letak kebahagiaan, ketika bersyukur, gue rasa di situ kita akan menemukan kebahagiaan itu.

  2. ”kedamaian hati ada dalam rasa syukur”
    ini tag line blog bunda.
    utk mengingatkan diri sendiri bahwa hanya dgn mensyukuri apa yg kita punya, dengan sendirinya kita merasakan kebahagiaan dan kedamaian.
    salam

  3. Saya percaya bahwa bersyukur akan membuat hati lebih bahagia… tapi asalkan jangan jadi pasrah dgn keadaan, karena tetap harus terus berusaha..

  4. Sependapat Rul, mencari bahagia itu tidak perlu jauh-jauh kok, ada di hati kita masing-masing kala kita selalu bersyukur dan selalu ingin berbagi, apapun itu, tidak hanya materi…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s