Jangan alay please!

Lagi belajar bikin gurindam nih saya

Jika tidak salah gurindam adalah syair-syair yang isinya berupa sindiran (tolong koreksi klo salah)

Yang merasa tersindir jangan marah ya (ahaha)

*recommend : read my notes with listening  “Koil – Aku Lupa Aku Luka” (perpaduan notes dan lagu yang mantap)

Read this out!

Enjoy!

***

Keputusaasaan adalah kebodohan

Orang bodoh sebodoh-bodohnya

Status alay adalah keputusasaan

Orang alay adalah bodoh-sebodoh-bodohnya

Stop kebodohan jangan alay please

Meski kau meratap

Meski kau meronta

Meski kau mati sekalipun

Dunia akan tetap berjalan

Roda kehidupan akan terus berputar

Kau akan terlupakan

Dan tak ada yang peduli

Sisakan bau bangkai busukmu

Realita tak seindah harapmu

Gigi taringnya siap menerkam siapa saja

Dan tak pandang bulu

***

Sepertinya syair saya diatas terlalu pedas ya?

Seperti yang pernah saya jelaskan sebelumnya

Bahwa hidup kita bukanlah untuk sekedar meminta dunia menyanjung kita

Tapi apa yang bisa kita berikan untuk dunia?

Cacing saja diciptakan untuk menggemburkan tanah

Dan bebatuan dipadatkan untuk menahan gunung

Simpan saja kesedihan (aib) kita dan bagikan itu semua pada orang terdekatmu saja

Karena itu bukanlah nutrisi yang baik untuk publik konsumsi

Jangan kita berharap pada hal-hal ideal sebagaimana indahnya catatan motivasi

Itu hanyalah euforia belaka karena euforia bukanlah perubahan itu sendiri

Perubahan akan terjadi setelah adanya aksi atau perbuatan

Jika berharap pada hal-hal ideal yang datang malah keputusasaan beserta teman-temannya

Karena realita tidak seindah apa yang kita bayangkan sobat!

Benar ataupun salah

Kebahagiaan maupun kehampaan

Semua itu adalah produk kita sendiri!

Tinggal belajar bagaimana caranya kita bisa mengisi sebuah kekosongan menjadi sebuah kotak penuh arti dan album penuh warna

Ya dulu saya sering sekali menulis status atau catatan alay (published and unpublished)

Duh saya memang pendosa, tak pernah luput dari dosa, dan selalu berbuat dosa ( kemungkinan di kemudian hari akan terus begitu)

Tahu engga?

Saat teringat dan saya baca-baca kembali bulu kuduk jadi berdiri, merinding, pengen saya hapus aja tuh!

Engga nahan buat membacanya!

Jadi stop alay please!

Malu ah!

Kerasanya tidak sekarang, tapi nanti

Beneran!

Trust me!

Bandung, 2 Agustus 2010

3 pemikiran pada “Jangan alay please!

  1. Wah, setahu saya gurindam gak sepanjang it!!😮

    Gurindam itu kan cuman dua baris, setengah dari pantun.

    Contoh:

    Ada udang di balik baju
    Ada uang Anda maju

    Atau

    Masak nasi gak pake terasi
    Situ korupsi saya lapor polisi

    😀

  2. semoga ketika aku mati nanti orang2 masih mau mengenangku dgn kebaikan,amin
    tentu nya hal itu harus diusahakan dari sekarang, dgn berbuat kebajikan sebanyak2nya pada siapa saja ,ya Rully ?
    salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s