Nikmatnya Kopi Aroma

Kopi adalah bagian yang tidak terpisahkan dari hidup saya (serasa pacar sendiri ahaha)

Menikmati secangkir kopi panas adalah ritual saya setiap pagi sebelum memulai aktifitas

Dan karena itulah saya jarang sarapan nasi atau roti di pagi hari (saya baru makan nasi menjelang siang)

Cukup secangkir kopi panas saja (takaran saya 1 sendok teh kopi + 3 sendok teh gula pasir + air panas)

***

Kopi yang saya suka adalah kopi aroma

Kopi yang begitu sangat dikenal di kota Bandung semenjak dulu

Tempat jualnya terletak di pusat kota Bandung di daerah jalan Banceuy no. 51 (dekat dengan Pasar Baru atau alun-alun kota Bandung)

Tempatnya sederhana dengan tetap mempertahankan gaya arsitektur ciri khas negara Belanda (rumah peninggalan jaman penjajahan Belanda)

Mesin penghalus biji kopinya pun terbilang kuno namun masih layak digunakan (ada juga yang dipakai sebagai pajangan)

Yang datang kesana banyak sekali lho (sampe antri belinya)

Para pembeli kebanyakan berasal dari luar kota Bandung bahkan mancanegara, diantaranya Jepang

Karena kebetulan saya pernah papasan sama orang Jepang yang mau beli juga

Baik penikmat kopi maupun sekedar dijadikan buah tangan saat kembali ke kota asalnya masing-masing

Kopi aroma terdiri dari 2 jenis yaitu Robusta dan Arabica

Yang saya suka adalah robusta

Robusta cocok bagi yang suka begadang karena membuat mata jadi melek (tapi saya bukan tukang begadang lho hanya menurut saya robusta rasanya lebih nikmat)

Sedangkan arabica lebih soft sehingga cocok untuk situasi santai (sambil baca buku, majalah, novel, komik, dll)

Pengolahan kopi aroma memakan waktu cukup lama yaitu diperam selama 5-8 tahun di dalam karung  berpori (agar cukup udara)

Karena itu derajat keasaman yang terkandung dalam kopi tersebut hilang (rendah) sehingga aman bagi lambung

Malah khasiatnya banyak lho bisa sebagai anti oksidan juga

Maka tidak heran harganya yaa lumayanlah di bandingkan kopi biasa (don’t ask me about price but it cheaper than luwak coffee)

Rasa kopinya begitu khas malah saya sempat papasan dengan karyawan perusahaan kopi ternama star b***s disana (baru saya tahu klo mereka mengambil bahan baku di sini toh ahaha)

Kopi aroma yang bagi saya berbeda nilai kenikmatannya dibanding dengan kopi dalam kemasan yang dijual pasaran

Aroma kopi yang begitu pekat karena biji dihaluskan ditempat saat kita memesannya (saat dikemas bubuk kopinya masih hangat)

Malah saya dianjurkan untuk tidak membeli banyak-banyak

Kenapa?

Karena jika beli banyak maka lama-lama aroma kopinya akan hilang

Cukup membeli sedikit saja (1/4 kg) setelah habis baru beli lagi

Jangan lupa untuk selalu menyimpannya di tempat yang rapat

Begitu saran pemilik kopi aroma Bapak Widya Pratama yang nota bene juga merupakan salah satu dosen pengajar bidang ekonomi di Unpad dan Widyatama

***

Punya pengalaman menikmati secangkir kopi sebagai ritual dipagi hari atau teman sambil membaca buku?

Atau tidak suka minum kopi sama sekali?

Share aja di notes saya

Bandung, 7 Agustus 2010


6 pemikiran pada “Nikmatnya Kopi Aroma

  1. Saya sudah berulangkali ke toko kopi Aroma, yang paling niat adalah waktu temen saya yang tinggal di Jerman minta dikirimin kopi ini…waduuuuh, saya aja cuma minum sebatas kopi Kapal Api Special, jadi sempet bingung juga dimana tempatnya orang yang jual kopi Aroma😦
    Ternyata memang bener, ada di Jl. Banceuy!
    Tokonya unik dan kuno. Saya paling suka lihat timbangannya, Rul…keren abis😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s