Apakah minder sama dengan kurang bersyukur?

Saya  rasa iya

Ya mungkin saya salah seorang diantaranya

Memperbandingkan dua hal yang jelas berbeda

Saat yang satu lebih tinggi dibandingkan satu lainnya

Pasti minderlah!

Tapi kenapa harus minder jika sudah bersyukur?

Coba pikirkan dengan logika

Wah berarti saya memang pendosa nih alias kurang bersyukur

Mudah-mudahan kita semua menjadi orang yang pandai dalam bersyukur

Ternyata bersyukur aja mesti pandai ya

***

Minder adalah bahasannya ilmu sosial atau psikologi

Sedangkan bersyukur adalah ajaran atau nilai yang terkandung dalam agama

Berarti logikanya jika kita mengamalkan seluruh ajaran agama dengan baik, pasti hidup akan lebih baik

Berarti orang minder adalah orang yang kurang mengamalkan ajaran agama dengan baik

***

Menurut ilmu psikologi kecerdasan terbagi 3 yaitu : Intelligence Quotient (IQ), Emotional Intelligence (EI) dan Spiritual intelligence (SI)

Menurut saya SI memiliki IQ dan EI

Tapi belum tentu IQ atau EI memiliki SI

Ya spiritual berkaitan dengan hubungan manusia dengan Tuhan

Ternyata untuk bisa dekat dengan Tuhan pun dibutuhkan kecerdasan ya

Iya kadang kita suka lupa mengingat Tuhan termasuk saya juga sih

***

Ah sekedar notes ringan aja

Punya pengalaman dengan topik yang saya bahas?

Atau punya pemikiran yang lain?

Silahkan share aja di kolom komentar

Bandung, 9 Agustus 2010

4 pemikiran pada “Apakah minder sama dengan kurang bersyukur?

  1. hai Rully apa kabar?
    semoga selalu sehat ya.
    dah seabad bunda gak kesini😦

    Secara psikis mungkin minder krn terlalu membesar2kan kekurangan diri, namun secara agama , minder mungkin disebabkan kekurang tahuan dlm ilmu .
    eh, sok tau ya si bunda ini😳
    salam

  2. Minder sama dengan kurang bersyukur?
    Hehe, saya baru mikir setelah baca posting ini.
    Rasanya iya.
    Bukankah kalau kita sudah bersyukur seharusnya lebih percaya diri kala melihat orang lain yang (menurut kita) hebat?
    Bersyukur itu juga membuat kita sangat nyaman. Kekurangan yang kita miliki, pasti akan tertutupi oleh kelebihan lain yang tidak dimiliki oleh orang lain. Kita jadi lebih mudah berinteraksi, bila kita yakin bahwa setiap orang memiliki kelebihan atau bahkan kekurangan.
    Saya masih sering ‘minder’ (atau ‘iri’ kali ya…) kalo lihat orang baik, cantik, ramah, pnter, tidak sombong, hangat, kaya serta bisa membuat orang lain merasa nyaman bila berada di dekatnya…😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s