Cintamu Ditolak?

Dalam hati saya tertawa dan merasa geli (masih pantas tidak ya? Jika saya membuat postingan dengan judul seperti ini? hehe…)

Tapi tidak mengapa karena saya ingin berbagi pengalaman dan pelajaran berharga untuk adik-adik saya…

Karena saya juga masih muda kok baru berumur 26th (akhirnya terkuak juga identitas saya).

Tapi tidak mengapa bila ada mak-mak, bapak-bapak, akang-akang, teteh-teteh, mas-mas, mbak-mbak yang tertarik untuk membacanya, karena gaya bahasa yang saya sampaikan sungguh menarik, sederhana, dan mudah dicerna sehingga bisa menjadi bahan bacaan yang sangat menghibur bagi siapa saja ahahaha (narsis.com)

***

Bila berbicara tentang ‘cinta ditolak’ konteksnya menjadi sempit, saya perluas saja konteksnya menjadi mengapa kamu merasa ditolak dan sendiri saat dihadapkan pada situasi sosial?

Ya mungkin kalian pernah mengalami situasi dimana saat bertemu dan berkenalan dengan orang baru tapi sungguh ajaib dia menunjukan gestur tubuh menutup diri, dingin, tidak tertarik untuk berkenalan, mengisolasi diri, dan autis (meski sebetulnya semua maknanya sama).

Harap adik-adik ketahui bahwa saat itu dia berada dalam posisi tidak nyaman, minder dan tidak percaya diri alias insecure…

Saya punya pengalaman seperti ini :

Pada suatu malam minggu saya berkumpul bersama teman pria dan wanita saya di sebuah tempat kuliner yang memungkinkan  orang-orangnya bisa saling berkenalan dan melakukan interaksi sosial. Hingga ada kesempatan bagi saya untuk bisa berkenalan dengan seseorang yang kebetulan dari lawan jenis (wanita).

Akhirnya kita berada di satu meja yang sama dan mereka terdiri dari 2 orang wanita, wanita pertama tampak percaya diri dengan gestur dan tingkah lakunya, dan wanita kedua saya perhatikan masih merasa nyaman-nyaman saja  karena dia berada disisi dekat temannya itu.

Suatu ketika saya bersama wanita kedua ditinggalkan berdua sesaat, karena teman-teman saya dan temannya wanita kedua  itu (wanita pertama) hendak pergi ke toilet (pergi ke toilet kok rame-rame? Ahahaha ga ngerti saya). Kebetulan wanita kedua bertampang lucu dan imut hmmm…

Ah dimulai dari detik itulah wanita kedua saya perhatikan sangat grogi, tidak nyaman, kaku, engga pedelah bersama saya karena ditinggalkan temannya itu, tapi karena saya sudah ‘expert’ jadi saya sih masih santai, cool, dan nyaman-nyaman saja. Semua yang dirasakan wanita kedua tersebut ditunjukan dengan sikap menutup diri seolah tidak berminat, sering memainkan handphone namun saat saya perhatikan tidak jelas apa yang dia lakukan. Sedang mengetik sms atau browsing internet pun tidak, hanya membulak balik hp dan pencet-pencet tombolnya (saya mengerti hal itu dia lakukan untuk menutupi kekurangannya yaitu insecure). Saat saya tanya pun dia jawab seadanya dan terbata-bata dengan ‘raut muka yang pias’  (padahal saya bukan perampok klo perampok hati sih iya ahaha).

Mungkin badan saya bau kali ya?  *bercanda.com*

Saya mengerti bahwa dia berada dalam posisi insecure tingkat tinggi…

Mungkin dia grogi berhadapan dengan pria tampan seperti saya…!! (narsisterus.com) atau belum terbiasa saat dihadapkan dengan situasi sosial, terutama saat pertama kali bertemu dengan orang asing . Tapi saya anggap itu masih ‘wajar’ karena saya pun pernah berada pada kondisi seperti itu.

Maksud saya seperti ini…

Anggaplah kamu itu adalah manusia berkualitas tinggi (glossy), bahagia dan nyaman dengan hidupmu sendiri, semangat dalam menjalani hidup (tidak mengeluh), pede, fun dan asik dalam bergaul terlihat saat mengeluarkan joke-joke segar dan menghibur, menyukai tantangan, petualangan dan pengalaman baru. Secara fisik kamu menarik, hal ini ditunjukan dengan bagaimana kamu bisa menghargai diri sendiri dan acara atau tempat yang kamu datangi, fashionable, rapih, dan wangi.  Secara intelejensi kamu anak yang pintar, terlihat dari cara berbicaramu dan karya-karya yang mampu kamu hasilkan dari tanganmu sendiri. Dan kamu pun manusia yang pemikirannya dewasa, cinta damai dan tidak emosional alias tidak bersikap kekanak-kanakan.

Lalu…

Kamu dihadapkan pada ‘situasi sosial’ persis seperti pada saat saya berkenalan dan duduk bersama dengan wanita asing  yang sama sekali kamu tidak saling mengenal sebelumnya.

Bagaimana pendapatmu bila karakter yang mencerminkan dirimu diatas dikaitkan dengan pengalaman saya?

Apakah malah kamu yang merasa ditolak karena dia terlihat dingin?

Apakah malah kamu yang merasa rendah? Karena merasa telah melakukan perbuatan konyol dan tidak ingin mengulanginya lagi?

Jika semua jawabannya adalah ‘IYA’ maka kamu harus memperbaiki dirimu sendiri terlebih dahulu.

Ubah perspektif atau cara pandang terhadap dirimu  sendiri (self image).

Kamu perlu banyak belajar untuk merubah diri (upgrade) dan membangun segala potensi yang kamu miliki.

Karena semua berawal dari diri sendiri.

dan…

Justru dialah yang rugi karena telah menyia-nyiakan kesempatan untuk bisa mengenal lebih jauh manusia berkualitas tinggi seperti kamu.

Justru dialah yang menyia-nyiakan kesempatan untuk bisa menikmati hidup dan petualangan entah apa yang akan kamu berikan jika dia menghabiskan waktu bersama dirimu.

Dan justru dialah yang merasa minder atau rendah diri karena berhadapan dengan seseorang yang memiliki rasa percaya diri yang tinggi, tapi bukan kepedean ya?

Semua butuh pengalaman dan rasa percaya diri yang tinggi…

Tapi maaf ya sobat hal ini sama sekali bukan menganggap diri sendiri ‘takabur atau sombong’, sama sekali tidak!

Mudah-mudahan sobat semua bisa mengerti maksud saya…

Memang segala sesuatu butuh ‘proses’ dan tak ada satupun manusia yang terlahir dengan ‘sempurna’ maka dari itu kalian tidak perlu berkecil hati. Untuk bisa berlari maka kamu harus belajar merangkak, berdiri dan berjalan. Untuk berada diatas maka kamu perlu mengerti bagaimana rasanya berada dibawah. Untuk menjadi pintar maka kamu harus merasakan bagaimana rasanya menjadi bodoh dsb.

Sehingga kamu bisa mengerti dan benar-benar menghargai dirimu sendiri..!! karena dalam pergaulan dan lingkungan sosial hal tersebut boleh dikatakan ‘mutlak dan penting’ untuk kita miliki.

Yah segitu dulu deh postingan dari saya, jika belum tuntas nanti saya lanjutkan lagi di part #2 saja.

Salam hangat selalu..

 

Bandung, 7 November 2010

8 pemikiran pada “Cintamu Ditolak?

  1. ngebaca entry ini, kok malah jadi pengen ketawa geli sendiri ya? secara banyak banget “ahahahaha” nya😀 hehehe..

    anyway, saya penasaran dg kostum anda saat duduk di depan wanita tadi. apa mungkin aga sedikit menakutkan? atau berbau halloween mungkin? jadi si wanita tsb agak takut gitu.😀

    salam.
    pengunjung baru.😀

  2. Aha…jadi penasaran dengan gesture Rully kalo lagi ada di depan cewek cakep😉
    Mungkin iya Rul, saya juga suka merhatiin, kalo orang yang rada jaim itu biasanya karena menutupi kekurangan diri sendiri. Bukan karena minder tapi lebih karena merasa tidak nyaman dengan situasi baru yang mesti dihadapi…
    Hehehehe, baju cowok di foto ini unik banget sih😛

    1. saya akui terkadang masih suka seperti itu, kadang berkeringat dingin, kaku, dan terbata-bata jika berhadapan dengan wanita yang memiliki daya tarik smiley
      tapi bukan masalah karena justru itu memiliki tantangan tersendiri bagi saya bun..
      klo baju cowok di foto itu saya tidak tahu menahu, karena nyomot2 gitu aja dari om google hehe..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s