Tentang Idealisme


Pandangan subjektif saya bahwa sebetulnya tidak ada benar dan salah dalam hidup ini, karena semua itu (benar dan salah) kembali kepada sudut pandang pribadi masing-masing . Ada hal-hal yang memang berada diluar jangkauan kita sebagai manusia berbudaya sehingga menyebabkan adanya perbedaan-perbedaan dalam memandang, menilai, dan memutuskan. Sehingga kita tidak perlu heran dengan sebuah perbedaan dalam hidup, karena apa yang menurut kita benar tapi belum tentu bagi orang lain, mungkin saja kita salah. So dari perbedaan inilah kita belajar untuk bisa saling menghargai dan menghormati perbedaan tersebut, seperti makna yang terdapat dalam semboyan ‘Bhineka Tunggal Ika’.

Berita yang saya simak tadi pagi, bahwa ormas islam FPI menolak kedatangan artis porno asal Jepang Miyabi alias Maria Ozawa datang ke Jakarta untuk syuting pembuatan film oleh salah satu production house. Ya mungkin di negara sakura Jepang miyabi banyak disukai sebagai artis porno, tapi belum tentu di Indonesia karena imejnya yang bagi sebagian bangsa Indonesia tidak bermoral dan tidak sepenuhnya bisa diterima. Seperti yang kita tahu bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang terdiri atas beragam kebudayaan dari sabang sampai merauke, sikap bangsa Indonesia yang religius pun ikut mempengaruhi cara pandang dan bersikap. Dari sini sahabat semua bisa melihat dan menilai sendiri seperti apakah ormas Islam FPI dalam menyikapi hal ini.

Malah ngalor ngidul nih, sebenarnya poin yang ingin saya diskusikan kali ini adalah apakah idealisme itu bagus? Saya jabarkan melalui beberapa pendekatan…

Saya katakan bahwa musik underground itu idealis…

Apakah musisi underground akan tetap mempertahankan idealisme mereka? Hidup dan mati mereka tetap dengan mempertahankan idealisme musik dan mengibarkan bendera underground yang anti komersil? Apakah mereka akan tetap seperti itu? Disisi lain mereka membutuhkan lahan kreasi yang menunjang, uang dan penghasilan cukup untuk membiayai hidup keluarga dan diri mereka sendiri, karena mereka tahu bahwa yang bisa mereka lakukan salah satunya adalah bermain musik…

Sepertinya kali ini ada yang luluh juga untuk melepaskan idealime mereka, salah satunya adalah ‘Marcell Siahaan’ seorang penyanyi pop dan rnb yang dulunya adalah drummer band underground yang terkenal di kota Bandung hingga akhir era 90-an yaitu PUPPEN. Sehingga menurut kabar yang saya baca dari media koran Marcell dikucilkan dari komunitas underground setelah berubah haluan menjadi penyanyi pop (mudah-mudahan cuma gosip ya?).

D’bagindas band beraliran pop melayu yang sering jadi bintang tamu di acara musik Dahsyat Rcti dan Inbox Sctv ternyata dulunya adalah band underground yang terkenal di kota Bandung yaitu VIRUS. Wah ga nyangka padahal dulu (jaman sma) saya suka tuh lagu-lagunya dan pernah ada kasetnya. Dan pada masanya band VIRUS mengambil imej dan gaya musik yang mirip band KORN di masa era jaya-jayanya musik aliran HIP METAL sekitar tahun 2000an.

Dalam hal cinta juga sama…

Apakah kamu akan tetap mempertahankan idealisme? Dengan tetap mempertahankan kriteria dan persyaratan yang harus dimiliki oleh calon pasanganmu? Padahal yang kita tahu bahwa tidak ada manusia yang sempurna…

Hingga pada akhirnya kamu sudah merasa cukup tua dan rela melepaskan idealismu untuk memutuskah nikah dengan siapa saja yang berada diluar kriteriamu. (butuh ihtiar bener-bener ini mah).

Dilematis sekali…

Dalam hal pekerjaan? Sama juga…

Apakah kamu akan tetap mempertahankan idealisme untuk bisa mendapatkan pekerjaan yang kamu inginkan dan idam-idamkan? Seperti yang kita tahu mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keinginan tidak mudah…

Butuh usaha dan kerja keras!

Sama-sama dilematis!

Dalam pergaulan atau lingkungan sosial? Iya tetap sama sepertinya…

Apakah kamu lebih memilih menutup diri dan sendirian di berada kamar yang sangat nyaman? Daripada harus bergaul dengan teman-temanmu yang sebagian waktunya dihabiskan untuk nongkrong di cafe atau tempat hiburan malam? Atau gaya hidup dan cara bergaul teman-temanmu yang mungkin saja berbeda dengan kepribadianmu, sehingga bila kamu ikut-ikutan akan merasa tidak nyaman?

Pilih idealis? Atau fleksibel terhadap perubahan?

Semua kembali kepada diri kita masing-masing…

Klo dalam pergaulan sosial mah yang penting kita bisa menempatkan diri aja, setuju tidak?

Apakah idealis benar atau idealis salah sepertinya semuanya harus kembali kepada diri kita sendiri, setelah melihat semua ini bagaimana menurut pendapat sahabat?

Bandung, 2 Desember 2010


3 pemikiran pada “Tentang Idealisme

  1. Sulit buat berkomentar. Karena idealisme itu seperti dua sisi mata uang. Bisa dipandang baik atau bahkan sebaliknya.
    Rully…kalo yang bersosialisasi mah saya setuju, kita harus bisa menempatkan diri. Tidak juga harus ikut dugem habis-habisan, tapi kalo sekali-kali minum diet coke di cafe dengan temen-temen kan boleh…😉
    Terus tentang prinsip hidup, kita harus punya pegangan, seperti apa hidup yang kita inginkan. Sibuk dengan pekerjaan sehingga keluarga diabaikan, atau malah santai-santai asal dapet uang gajian. Itu juga pilihan.
    Buat saya, idealisme itu tidak amat sangat baku. Kebenaran yang menurut saya benar, dan hal itu tidak merugikan orang lain, jalani saja.
    Tentang jodoh yang rada-rada susah.
    Nggak ada teorinya sih. Yang pasti kalo kita sudah menemukan pasangan yang sreg dan membuat nyaman, kriteria itu tinggal kenangan…hehehe😀

  2. waduh..tidak bisa berkomentar ahh takut salah..
    aku orangnya ga idealis sih,tapi bukannya tidak berprinsip lo,yah menjalani aja yang ada,dan bisa melakukan sesuatu pada tempatnya ..
    begitu..hhe

  3. ~betul sekali.. yang penting kita harus punya prinsip.. prinsip itulah yang membuat kita tahu apa yang kita inginkan dalam hidup, serta bagaimana usaha kita untuk bisa mewujudkannya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s