Sulitkah Untuk Jujur?

Apakah lebih baik diam saja dan tidak berkata apa-apa?

Sahabat saya dalam status facebooknya berkata :

Your mind can be tricky, but your heart always tells you the truth… But remember sometimes the truth is not always good and you can’t deny it.

Ya bagi saya pribadi terkadang ada hal-hal yang  tidak bisa saya ceritakan, jadi bila ada seseorang yang bertanya sesuatu kepada saya dan saya menganggap sesuatu itu tidak bisa saya ceritakan maka saya lebih memilih untuk diam atau mengalihkan pertanyaannya.

Berarti saya engga berani jujur dong?

Padahal di postingan-postingan yang lalu, saya sering sekali mengajak para pembaca untuk berlaku jujur.

Sahabat saya Lex dePraxis berkata bahwa jujur itu menyakitkan (truthhurt).

Truthhurt  because you keep on denying it.. the more you deny, the more it haunts and hurt you.

Karena jika kita jujur maka orang lain akan tahu siapa sebenarnya kita,  apakah kita baik atau buruk. Kecenderungan kita menutupi keburukan atau hal-hal yang tidak ingin orang lain ketahui,  karena jika orang lain tahu maka itu menyakitkan bagi kita.

Maka boleh saya katakan bahwa orang yang berlaku jujur adalah pemberani!

Kenapa saya katakan demikian?

Karena dia tidak peduli dengan resiko yang mungkin dia dapatkan, meski itu konyol.

Seperti artis Cut Tary yang pada akhirnya mengakui juga bahwa dialah pemeran wanita dalam video sex bersama Ariel peterpan.

Tapi jika kita jujur maka tidak ada beban dalam hati dan pikiran kita, orang yang berbohong cenderung berfikir lama karena memikirkan trik apalagi yang harus dipakai untuk menutupi kebohongan atau hal sebenarnya yang jangan sampai orang lain tahu.

Jujur saya akui keberanian saya untuk berlaku jujur terkadang naik turun, kadang berani kadang tidak.

Saya hanya mencoba berlaku bijak saja, mana yang pantas dan mana yang tidak pantas, disinilah diam atau tidak berkata apa-apa memiliki peran, karena jika mengatakan sesuatu tapi itu sebuah kebohongan maka hati kitalah yang tahu sebenarnya.

Maka cepat atau atau lambat orang lain akan tahu bahwa kita sudah berbohong.

Jujur itu sebenarnya sangat mudah, yaitu tinggal katakan saja yang sebenarnya!

Always remember  that thruthhurt for a little while, but lies hurt forever..


Bandung, 4 Desember 2010


2 pemikiran pada “Sulitkah Untuk Jujur?

  1. kan ada juga yg bilang kejujuran itu kadang menyakitkan, mungkin benar juga ya Rully.

    tapi, bunda rasa kalau kita mengatakan kejujuran dgn cara yg elegant mungkin masih bisa diterima dan tdk begitu menyakitkan.

    jadi, how to tell the truth nya yg penting.
    daripada dibohongi ,khan lebih baik menerima kejujuran.
    ini hanya pendapat bunda saja , dan bisa saja salah.

    salam

  2. Seingat saya, berbohong itu hal sulit yang nyaris tidak pernah saya lakukan. Apalagi untuk hal-hal prinsip.
    Berbohong sedikit untuk melindungi sesuatu atau seseorang mungkin *lupa soalnya* pernah saya lakukan. Tapi berbohong untuk sesuatu yang berdampak besar…no way!
    Jadi, saya termasuk pemberani atau nggak ya?
    Agak mungkin, agak penakut, maksudnya…😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s