Hidup dan Kekhawatiran

Ada hubungan apa antara hidup dan kekhawatiran?

Sepertinya hidup dan kekhawatiran memiliki korelasi yang ekuivalen…

Bersyukurlah jika kamu memiliki uncomfort zone in life, apakah itu yang dinamakan kekhawatiran, kegelisahan, ketakutan, dsb.

Kenapa harus bersyukur? Karena itu artinya kamu masih hidup…

Manusia cenderung menghindari masalah tanpa berusaha menyelesaikannya, padahal masalah adalah sesuatu yang tak mungkin dapat kita hindari.

Berusaha mencari ketenangan sana sini agar bisa jauh dari masalah, akhirnya masalah semakin banyak dan  menumpuk .

Akhirnya hanya menunda saja dan tinggal menunggu waktu kapan datangnya masalah tersebut …

Kenyataannya hidup itu tak lebih dari sekumpulan masalah, dan tak heran dengan banyaknya orang yang stress dan akhirnya bunuh diri sebagai solusi atau jalan keluar.

Jika kamu merasa hidupmu sudah lurus alias lempeng-lempeng saja tanpa ada beban masalah, berhati-hatilah karena jangan-jangan kamu sudah mati.

Kenapa saya berkata demikian?

Karena jika kita masih hidup maka kita akan selalu dihadapkan pada sebuah proses kehidupan yang selalu berjalan beiringan dengan waktu.

Efeknya apa terhadap hidup kita? yaitu mau tidak mau kita dituntut untuk ‘berubah dan menyelaraskan diri (adaptasi)’  terhadap situasi kehidupan yang baru, berkembang, dan semakin maju setiap harinya.

Itulah mengapa kita selalu merasa tidak nyaman dalam hidup! ‘Proses’ adaptasi terhadap perubahan itulah yang membuat kita tidak nyaman…

Itulah pertanda bahwa kita masih hidup!

Dan salah satu hal terpenting dalam hidup adalah : belajarlah untuk mengenal rasa tidak nyaman tersebut!

Bahkan motivator sekelas Mario Teguh dan Bong Chandra pun pasti tidak luput dari rasa tidak nyaman yang pernah singgah dalam hidupnya.

Karena saya yakin bahwa hidup mereka tidak selalu baik-baik saja, nyaman dan bahagia seindah euforia yang ditimbulkan dari setiap perkataan, ucapan mereka dalam setiap seminar motivasi dan buku-buku pengembangan diri.

Tinggal bagaimana cara kita memaknai dan merubah rasa tidak nyaman berupa kekhawatiran, kegelisahan, ketakutan tersebut menjadi sesuatu yang berarti, sehingga kita mempunyai sikap yang baik dalam menghadapi perubahan dalam hidup.

 

Bandung, 9 Desember 2010


9 pemikiran pada “Hidup dan Kekhawatiran

  1. bagian ini saya suka🙂
    “Jika kamu merasa hidupmu sudah lurus alias lempeng-lempeng saja tanpa ada beban masalah, berhati-hatilah karena jangan-jangan kamu sudah mati.”

    salam kenal bro,

    ujexx

  2. Rully, baru baca alenia pertama, saya sudah langsung setuju…
    Bener banget, kekhawatiran, kecemasan dan ketakutan itu akan menempa kita sehingga tidak menjalani hidup dengan biasa-biasa saja.
    Pada saat memotivasi orang lain, biasanya saya memotivasi diri sendiri juga.
    Bahwa tidak ada orang yang tidak punya masalah, itu betul…hanya seperti apa kita menghadapi dan menyelesaikan permasalahan, itu yang akan membedakan kita dengan manusia laninnya.
    Mario Teguh, Bong Chandra atau Ari Ginajar sekalipun, mereka selalu punya permasalahan untuk dipecahkan. Itu yang membuat saya ‘besar hati’, bahwa kesulitan yang kita hadapi, bisa saja lebih kecil dari yang harus mereka jalani…hehe, kan mereka motivator hebat, permasalahan yang dihadapi juga pasti jauh lebih hebat😀

  3. Iya, memang betul hidup pasti dilanda dengan masalah. Tapi hati-hati jika anda tiba-tiba dihadapi dengan 2 jalan, bahagia atau masalah. Apakah anda memilih jalan ke masalah untuk memastikan bahwa anda benar2 hidup?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s